Seorang Atheis jatuh dari tebing curam. Meluncur ke bawah, ia menyangkut pohon kecil. Di sana, ia tergantung antara langit di atas dan padas seribu kaki di bawah; ia tahu tidak akan bisa lebih lama lagi.
Lalu ia menemukan suatu gagasan. "Tuhan...!" serunya dengan sekuat tenaga.
Diam. Tidak ada yang menjawab.
"Tuhan...!" teriaknya lagi. "Kalau Engkau ada, tolonglah aku, dan aku berjanji, akan percaya pada-Mu dan mengajar orang lain untuk percaya."
Diam lagi! Dan ia hampir terlepas dari cabang kpanikan, ketika ia mendengar suara dahsayat mengguntur di tengah jurang. "Itu kata mereka semua, kalau ada dalam bahaya!"
"Tidak, Tuhan. Tidak." teriaknya, timbul harapan sekarang. "Aku tidak seperti yang lain. Mengapa, karena aku sudah mulai percaya, engkau lihat, sebab aku mendengar suara-Mu sendiri. Kini hanya tinggal menyelamatkan aku dan aku akan mewartakan namamu sampai ke ujung bumi."
"Baiklah," kata Suara itu. "Aku akan menyelamatkan engkau. Lepaskanlah cabang itu."
"Lepaskan cabang?" teriak orang kalap itu. "Kau kira, aku gila?"
=: Dikatakan, bahwa ketika Musa melemparkan tongkatnya ke Laut Merah, mukjizat yang diharapkan belum datang. Hanya ketika orang pertama menceburkan diri ke dalam laut, gelombang-gelombang menyisih, dan air membelah diri memberi jalan kering kepada orang Yahudi. :=
0 komentar:
Posting Komentar