Jumat, 03 Juli 2009

Balon dan Telur

Diposting oleh Miaow Cat

Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif. (Efesus 5:15)

Balon. Kelihatannya indah dan menarik, coraknya meriah dan berwarna-warni, lincah dan ringan bergerak kesana kemari. Namun, itu hanya penampakan dari luar, sedang di dalamnya kosong. Tidak ada apa-apa, hanya angin.
Telur. Dari luar tampak tidak semenarik dan secantik balon, tetapi di dalamnya terkandung potensi kehidupan.


Balon dan Telur. Keduanya sama-sama bulat lonjong atau oval, tetapi ada perbedaan esensial.


Balon bisa diumpamakan sebagai "perbuatan kegelapan"; enak, gampang, penuh daya pikat, dan menyenangkan, tetapi tidak berbuahkan apa-apa, kecuali kehampaan dan kesia-siaan. Maka, Paulus menasihati kita supaya tidak ikut bagian di dalamnya.
Sedangkan telur seumpama "perbuatan terang"; tidak gampang, tidak menarik, tetapi di dalamnya terkandung "potensi kehidupan", sebab berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.


Apakah hidupmu seperti balon; penuh "kesemarakan", tetapi kosong dan berujung pada kesia-siaan? Atau menjadi seperti telur; "biasa saja", tetapi "berisi" dan berbuah hal-hal yang indah dalam kehidupan? Tergantung sikap kita. Kalau kita menjadi "penurut-penurut Allah", hidup kita akan menjadi seperti telur. Sebaliknya, kalau kita membiarkan hidup kita dikendalikan oleh "nafsu kedagingan", hidup kita akan menjadi seperti balon. Maka, perlu sekali kita memperhatikan dengan seksama bagaimana kita hidup. Janganlah hidup seperti orang bebal, tetapi hidup seperti orang arif. Setuju??? ^^

0 komentar: